Intinya: Pembatasan mikroplastik di UE bukanlah aturan yang melarang ‘semua produk berkilau’ pada hari yang sama. Periode transisi diterapkan secara berbeda berdasarkan bahan dan penggunaan partikel polimer sintetis yang tidak dapat terurai dan tidak larut.
Komisi Eropa menjelaskan bahwa Regulation (EU) 2023/2055 mulai berlaku pada 17 Oktober 2023. Namun, mikroplastik dan glitter dalam kosmetik memiliki periode transisi yang berbeda menurut jenis produknya, sehingga pada 2026 status boleh tidaknya suatu produk dijual tidak dapat disimpulkan dalam satu kalimat.[1]

Apakah semua kosmetik glitter kini dilarang dijual?
Tidak. Sasaran regulasi ini terutama glitter plastik yang tidak larut dalam air dan tidak dapat terurai secara hayati. Bahan alami, mineral, larut air, dan dapat terurai secara hayati dapat berada di luar definisi mikroplastik. Selain itu, mungkin terdapat pengecualian lain, misalnya jika partikel melekat secara permanen pada matriks padat.[1]
Bahan tidak dapat diketahui hanya dari fakta bahwa suatu produk tampak berkilau. Mika, kaca, logam, dan polimer sintetis dapat terlihat serupa, sehingga keterangan produk dan dokumen dari produsen perlu diperiksa.
Produk apa yang masing-masing memiliki tenggat 2027, 2029, dan 2035?
Menurut panduan Komisi Eropa, kosmetik rinse-off yang dibilas setelah digunakan memiliki periode transisi hingga 16 Oktober 2027, sedangkan kosmetik leave-on yang dibiarkan pada kulit atau rambut memiliki periode transisi hingga 16 Oktober 2029.[1]
Kosmetik rias, bibir, dan kuku memiliki periode transisi yang lebih panjang, hingga 16 Oktober 2035. Namun, agar tetap dapat dijual dari 17 Oktober 2031 hingga 16 Oktober 2035, produk harus mencantumkan keterangan bahwa produk tersebut mengandung mikroplastik.[1]
Apakah regulasi ini berarti toksisitas pada kulit telah terbukti?
Tidak demikian. Tujuan utama pembatasan ini adalah mengurangi pelepasan mikroplastik yang sengaja ditambahkan ke lingkungan dan pencemaran. Ini merupakan logika regulasi yang berbeda dari kesimpulan klinis bahwa produk glitter tertentu bersifat toksik bagi kulit.[1]
Keamanan konsumen perlu dinilai secara terpisah, termasuk kelayakan penggunaan di area mata, batas penggunaan pewarna untuk bibir, potensi iritasi, ukuran dan sudut partikel, serta gesekan selama proses pembersihan. Istilah ‘ramah lingkungan’ juga tidak dengan sendirinya menjamin keamanan dan dampak lingkungan tanpa keterangan spesifik tentang bahan dan kondisi penguraiannya.
Apa yang harus diperiksa pada label produk?
Pertama, periksa bahan glitter. Kedua, bedakan apakah produk tersebut rinse-off atau leave-on. Ketiga, pastikan area penggunaan, seperti mata, bibir, atau kuku, dinyatakan dengan jelas. Keempat, periksa label terbaru dan tenggat transisi di negara tempat produk dijual. Kelima, untuk klaim ‘biodegradable’, periksa apakah kondisi pengujian dan dasar buktinya tersedia.
FAQ
Apakah produk bibir yang mengandung glitter plastik ilegal pada 2026?
Berdasarkan panduan UE, kosmetik rias, bibir, dan kuku memiliki periode transisi hingga 2035. Namun, bahan produk individual, waktu peredarannya, dan kepatuhannya terhadap regulasi kosmetik lainnya tetap perlu diperiksa secara terpisah.[1]
Apakah ‘bio glitter’ selalu berada di luar cakupan regulasi?
Hal itu tidak dapat ditentukan hanya dari namanya. Diperlukan dokumen produsen untuk memastikan bahwa bahan sebenarnya memenuhi persyaratan regulasi, seperti dapat terurai secara hayati atau larut dalam air.
Apakah konsumen Korea juga perlu memperhatikan tenggat ini?
Hal ini relevan ketika memilih produk yang diekspor ke UE atau dibeli melalui impor langsung dari luar negeri. Namun, legalitas penjualan dan standar pelabelan di Korea tunduk secara terpisah pada peraturan kosmetik domestik.
DERME VERDICT
‘Larangan total glitter’ dan ‘tidak ada perubahan sama sekali’ sama-sama tidak akurat. Yang perlu diperiksa bukan sekadar kilau produk, melainkan bahan, cara penggunaan, tenggat transisi, dan pelabelannya. Bagi konsumen pada 2026, pertanyaan yang paling praktis adalah: ‘Partikel apa yang membuat produk ini berkilau, digunakan di bagian mana, dan standar pasar mana yang diikutinya?’

