Intinya: Kulit berjerawat tetap bisa memakai makeup, tetapi memilih produk ‘nonkomedogenik’, mengaplikasikannya tipis, dan membersihkannya sepenuhnya sebelum tidur merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa pasien berjerawat juga boleh memakai makeup. Namun, sebagian kosmetik dapat berkaitan dengan ‘acne cosmetica’, yaitu jerawat kosmetik yang memicu komedo kecil dan bintil. Kondisi ini dapat muncul beberapa hari hingga beberapa bulan setelah mengganti produk, sehingga penyebabnya mudah terlewatkan.[1]

Haruskah berhenti memakai foundation jika berjerawat?
Tidak harus selalu berhenti. Sebagai langkah dasar, periksa label ‘oil-free’, ‘won’t clog pores’, dan ‘non-comedogenic’. Nonkomedogenik berarti produk tersebut ‘dirancang untuk mengurangi kemungkinan menyumbat pori’, bukan jaminan bahwa tidak akan menimbulkan masalah pada semua orang.[1]
Jika setelah memakai produk baru bintil-bintil kecil berukuran serupa terus bertambah di dahi, pipi, dan dagu, jangan mengganti banyak produk sekaligus. Lebih mudah mencari penyebab dengan menghentikan produk yang dicurigai satu per satu dan mencatat perubahannya. Jika muncul peradangan yang dalam dan nyeri atau bekas luka, pengobatan jerawat lebih diutamakan daripada menyesuaikan makeup.[2]
6 langkah base makeup untuk mengurangi masalah kulit
1. Aplikasikan skincare dan tabir surya terlebih dahulu secara tipis
Jika sedang menggunakan obat, aplikasikan terlebih dahulu sesuai resep atau petunjuk produk, lalu biarkan hingga cukup kering sebelum memakai makeup. Mengaplikasikan banyak lapisan tebal dapat membuat makeup menggumpal dan meningkatkan frekuensi menggosok kulit, jadi kurangi jumlah dan tahapannya.
2. Tutupi hanya area yang diperlukan, bukan seluruh wajah
Daripada mengaplikasikan foundation dengan coverage tinggi berlapis-lapis, tepuk perlahan concealer pada area yang kemerahan. AAD menganjurkan pengaplikasian seringan bulu untuk mengurangi iritasi.[1]
3. Jangan berbagi kuas dan puff
Jerawat itu sendiri tidak menular, tetapi sebum, sel kulit mati, dan mikroorganisme yang tertinggal pada alat milik orang lain dapat berpindah ke kulit kita. Gunakan alat pribadi, dan cuci kuas setidaknya seminggu sekali.[1]
4. Saat touch-up, rapikan dengan menekan, bukan menimpa berulang kali
Tekan perlahan sebum dengan kertas minyak atau tisu bersih, lalu tambahkan sedikit produk hanya pada bagian yang diperlukan. Terus menggosok kulit atau memencet lalu menutupi jerawat dapat meningkatkan risiko peradangan dan bekas.[2]
5. Jangan menyisakan makeup sebelum tidur
Produk nonkomedogenik pun dapat menimbulkan masalah jika dibiarkan semalaman. Hapus terlebih dahulu dengan makeup remover, lalu lanjutkan dengan pembersih wajah yang lembut, tanpa menggosok seperti melakukan scrub.[1][2]
6. Buang produk yang berubah bau, warna, atau teksturnya
U.S. Food and Drug Administration (FDA) menganjurkan agar wadah kosmetik ditutup rapat dan produk yang berubah warna atau bau dibuang. Tidak berbagi produk dengan orang lain juga merupakan aturan dasar keselamatan.[3]
FAQ
Jika nonkomedogenik, apakah jerawat sama sekali tidak akan muncul?
Tidak. Label tersebut umumnya menunjukkan kemungkinan penyumbatan pori yang lebih rendah, tetapi reaksi dapat berbeda bergantung pada kondisi kulit, jumlah pemakaian, dan produk yang digunakan bersamaan.
Apakah cleansing oil dilarang untuk kulit berjerawat?
Tidak bisa dilarang hanya berdasarkan nama teksturnya. Amati apakah rasa residu dan komedo baru terus berulang setelah pemakaian, lalu emulsi dengan cukup air sebelum mengakhirinya dengan pembersih wajah yang lembut. Hentikan pemakaian jika terjadi iritasi.
Apa yang harus dilakukan jika kulit terasa perih atau memerah setelah memakai makeup?
Segera hapus produk dan hentikan pemakaian. Jika terjadi bengkak, lepuh, atau nyeri, atau gejalanya berlanjut, diperlukan evaluasi tenaga medis. FDA juga menganjurkan menghentikan pemakaian dan mencari pertolongan medis jika muncul ruam, kemerahan, atau reaksi terbakar yang tidak terduga.[3]
DERME VERDICT
Inti makeup untuk kulit berjerawat bukanlah ‘menutupi dengan sempurna’, melainkan mengurangi iritasi dan residu. Patuhi terlebih dahulu empat hal: produk nonkomedogenik, aplikasi tipis, alat pribadi, dan pembersihan sebelum tidur. Jika peradangan baru terus muncul meski telah dirawat selama 6–8 minggu atau lebih, periksakan ke dokter kulit untuk memastikan apakah itu jerawat atau penyakit kulit lainnya.[2]
Sumber
[3] U.S. FDA·Using Cosmetics Safely·Tanggal konfirmasi 2026-10-10

